1. Sesungguhnya setiap zat / benda yang dipanaskan atau dinaikkan suhunya akan mengalami pemuaian, baik itu pemuaian pajang (l), luas (A), dan volume (V). Hal itu merupakan bukti bahwa benda atau zat tersebut memiliki yang namanya Sifat Termometrik, yaitu sifat dasar suatu zat yang apabila diubah-ubah suhunya akan berubah pula secara teratur. Adapun sifat-sifat yang berubaha antara lain:
- Wujud/bentuknya
- Volumenya
- Panjang dan Luasnya
- Hambatan Listriknya
- Warnanya
- Daya hantar listriknya.
Pada dasarnya, bahan yang digunakan untuk membuat termometer mempunyai karakteristik linier, yaitu hubungan sifat termometrik bahan dengan suhu dan mengikuti persamaan di bawah ini,
t (x) = a (x) + b
dengan: t = temperature (suhu)
x = thermometric property (sifat termometrik)
a,b = constants that depend on the substances used (konstanta yang bergantung pada bahan yang digunakan).
2. Dengan kata lain, kebaikan alcohol sebagai pengisi thermometer adalah :
1. Sangat murah harganya
2. Lebih teliti karena cepat memuainya
3. Dapat digunakan pada suhu yang sangat rendah karena membeku pada -112oC
Sementara, kelemahan alcohol sebagai pengisi thermometer adalah :
1. Tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang tinggi karena mendidih pada 78oC
2. Tidak berwarna sehingga sulit dilihat
3. Membasahi tempatnya sehingga pemuaiannya terhalang
Dengan kata lain, kebaikan raksa sebagai pengisi thermometer, yaitu :
1. Pemuaiannya teratur
2. Tidak membasahi tempatnya sehingga tidak mengganggu pemuaiannya
3. Mudah dilihat
4. Batas ukurnya besar ( membeku pada -39oC dan mendidih pada 357oC )
5. Mudah menyerap panas sehingga cepat menunjukkan suhu
Sementara, kelemahan raksa sebagai pengisi thermometer, yaitu :
1. Harganya mahal
2. Tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah
3. Berbahaya karena bersifat racun
3. Skala terendah untuk thermometer Celcius 0oC dan skala tertingginya adalah 100oC maka ∆ skala Celcius adalah (100oC – 0oC) = 100oC.
· Skala terendah untuk thermometer Reamur 0oC dan skala tertingginya adalah 80oR maka ∆ skala Celcius adalah (80oR– 0oC) = 80oR.
· Skala terendah untuk thermometer Fahrenhait yang sama dengan 0o dan 0o adalah 32o F dan skala tertingginya 212o F. Maka ∆ skala Fahrenhait adalah ( 212 o – 32o ) = 180o.
· Skala terendah untuk thermometer Kelvin yang sama dengan 0o dan 0o adalah 273o F dan skala tertingginya 373o F. Maka ∆ skala Fahrenhait adalah ( 373 o – 273o ) = 100o
· Maka perbandingan ∆ C : ∆ R : ∆ F: ∆ K = 100 : 80 : 180 = 5 : 4 : 9 : 5.
CONTOH SOAL
1. Dengan menggunakan thermometer Celcius suatu zat terukur 50o C. berapa suhu zat tersebut bila diukur oleh thermometer Reamur ?
Penyelesaian :
Diketahui : t = 50oC
Ditanya 50oC = ………R
Jawab:
50oC = 4/5 ( 50o ) = 40o R
2. Termometer Celcius dan Fahrenhait menunjukkan angka yang sama pada suhu berapa ?
Penyelesaian :
Diketahui : ∆ C = 5
∆ F = 9
XoC = (9/5 X + 32 )oF
X = 9/5 X + 32
X – 9/5X = 32
- 4/5X = 32
- X = 160/4 = 40o
X = - 40o
Jadi skala Celcius akan sama dengan skala Fahrenhait pada suhu - 40o.
0 komentar:
Posting Komentar